Cari Blog Ini

SELAMAT DATANG DI BLOG YANG MEMBAWA ANDA KEPADA IMTAQ & IPTEK

DISINI TERSEDIA BERBAGAI MACAM PEMBERITAAN MULAI JARINGAN PERSAHABATAN , RELIGI, PENGETAHUAN , DLL

Sabtu, 13 Maret 2010

sahbat dalam perjuangan

SAHABAT KU YANG AKAN MELAKSANAKAN UJIAN NASIONAL SEGERALAH ANDA MENGEMBANG BUKU UNTUK MENYIAPKAN DIRIMU DAN BERTAWAKALLAH

Kamis, 11 Februari 2010

SAYA MENGUCAPKAN KEPADA SELURUH SISWA/I SMK SELAMAT UJIAN AKHIR NASIONAL PRODUKTIF YANG AKAN DILAKSANAKAN TGL 18 FEBRUARI 2010. MARI KITA BELAJAR DENGAN TEKUN DAN JANGAN MUDAH PERCAYA SAMA KUNCI JAWABAN UAN 2009/2010 . KRN ITU HANYA AKAN MENJERUMASKAN KITA KEPADA KEGAGALAN. FASTABIQUL KHAIRAT

MUJAHIDIN CYBER

Sekarang sudah tidak ada alasan bagi seorang muslim menolak untuk turun ke medan Jihad, kita melawan para thagut, para penghina Nabi Muhammad, para penghujat Islam, para imperialisme, para penghisap darah saudara kita di seluruh belahan dunia, para zionis dengan cara mereka memerangi kita. memetik kata Imam Samudra dalam wawancaranya di sebuah Magazine Jihad, JihadMagz " siapa saja yang terlibat Jihad media dia wajib meluruskan niat dia karena Allah SWT. yang kedua harus komitmen dengan yang dia emban....orang kafir itu 24 jam bekerja tidak berhenti untuk menyebarkan kekafiran. Yuriiduna li-yuthfi-u murallah bi-afwaahihim, wallahu mutimmu muurihi walaw karihal kaafiruun. orang kafir itu dengan mulut mereka memojokkan ummat Islam, maka kita pun wajib meluruskan syariat Allah dengan dakwah kita. kenapa pakai mulut? karena waktu itu tidak ada speaker, gak ada radio, pakai mulut dari mulut ke mulut. kalau sekarang dari internet ke internet. Dari radio ke radio. dari chatting ke chatting. dari milils ke milis. jadi istiqomah dengan kebenaran, Antum harus yakin, harus yakin itu benar, istiqomah. otomatis yang benar pasti akan mendapat tentangan dari pihak lain. " ---------------------------------- Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurah, Injil dan Al-Quran. Dan siapakan yang telah menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang sebenar." (At-Taubah: 111)

teman q d fb

Q : ..seorang yang hipokrit
Y : ..disukai oleh sesiapa saja
Q : ..seorang yang hipokrit
Y : ..disukai oleh sesiapa saja

E : ..memiliki mata yang cantik
L : ..pemberi ciuman yang bagus
Z : ..memiliki fikiran yang luas
A : ..seorang yang gila-gila

P : ..popular dengan semua jenis orang
U : ..disenangi oleh semua orang
T : ..senyuman yang menawan
R : ..seorang yang lucu
I : ..manis dan romatis



sHbt sJati tAk kAn pRnAh bNar2 pRgi dAn tAk kAn pRnAH bNaR2 d UkUR DgN mAteri,,,
tAk kAn mW bNaR2 bNci....
kAn sLLu jD pELitA D siSi gElAp rUang hAti. . . . . .

Rabu, 27 Januari 2010

sahabat ithu apa siech

knapa stiap bteman pasti ada sdikit pertengkaran . ithu mungkin sbagai pmanis aja kali heehee????

Senin, 04 Januari 2010

Nama-nama almamater SMP N 3 KOTA PARIAMAN tahun ajaran 2006/2007

Di bawah pimpinan osis thn 2006/2007 yang anggota nya  sbb:
 Ketua osis    : Syukriadi
 Wakil ketua  : Taufik
 Sekretaris     : Zuraida  
 Bendahara     : Rika lili handayani
  

   Adapun nama nama nya sebagai berikut :
  1. ahmad arif
  2. aldi febrian
  3. aprinaldi
  4. annisa kharisma 
  5. annisa fauziah
  6. andri mike irawan
  7. aprialdi 
  8. apriliana
  9. aini fitri
  10. alvi syukriman
  11. afdal munanda 
  12. ade febri lizarni
  13. annisa silvia
  14. asrina fitri
  15.  aghnesya wulandari
  16.  arini pilarning tiara tantri
  17. alvi trisna asih
  18. andriko fernando
  19.  adek akbar
  20. alfajri
  21. abrar
  22. ade sugab\nda
  23.  arido firdaus
  24.  anita sartika
  25. amelia putri
  26. aidil rahmad arya
  27.  agustamar
  28. asrinovendi
  29. aguskartini
  30. aprinaldi 
  31. ardi hosen 
  32. annisa karisma
  33. amira putri
  34. bari parima 
  35. bila
  36. budi herdian
  37. cici annisa
  38. cici rahayu  
  39. dian fakhrozi arman
  40. dicky wahyudi
  41. destri fitri juita
  42. devi misyarah 
  43. syukriadi 
  44. seprinaldi
  45. hikmah hadis ikhsani 
  46. fitria wendri
  47. rika lili handyani
  48. rini respita 
  49. susi ramadhani
  50. rizki elza putri
  51. novia syamsu  
  52. putri fani audina
  53. shintia mahardika
  54. wahyuni suci dian harnanda
  55. elvy syukrina
  56. elsa mutiara das indah sari
  57. roritend samra
  58. dian permata
  59. doni nur putra
  60. doni julis man
  61. doni surya jaya
  62. dedi putra
  63. dinul ikhsan
  64. dederson asalis
  65. erika wati
  66. engki saputra
  67. edwar
  68. alvi novita sari
  69. erni nurmita
  70.  fadel m kasmar
  71. fadli rizki
  72. fahnia rawis
  73. fajri
  74. fauziah rahmi fitri
  75. fitriyni
  76. firman
  77. firdaus hasan
  78. fitria islami
  79. feri fadli
  80. gusmelisa eka putri
  81. hagus suryani
  82. haryanto das fitra
  83. hamka saputra
  84. hilda wati husna
  85. indah jumita sari
  86.  ikhsan andra chandra p
  87. ikhminul ikhwal
  88. irwandi
  89. ilham
  90. intan sri yolanda
  91. jhoni harnova
  92. jurnal hazbullah
  93. kamil rasyad
  94. lonica putri
  95. lindria andriyani
  96. lili fatmawati
  97. linia topisa
  98. linda marveni
  99. m.zen
  100. malfi
  101. meris fauzi
  102. miftahu saadah
  103. melisa yusni
  104.  m.desril firman
  105. mike saputra
  106. maulana guntur 
  107. nelvia syafnita
  108. megawati asrita
  109. maidatul aini faitri
  110. nofi hidayanty
  111. nurasma
  112. nofia vsyamsu
  113. nendi fardila ilahi
  114. niloam sry r54ahayu
  115. nini oktaviani
  116. nbova oktriyani
  117. nurmansyahn bhafizd
  118. niki maria ulfa
  119. najmi muslim
  120. nur afni
  121. panji satria bunda
  122. puput maya dewi
  123. peri perian
  124. prisde kurni fitra
  125. putri yolanda
  126. patriana
  127. rahman anif
  128. rizki adrianto
  129. rondap[ mahyudin
  130. rasni andrita
  131. restu yunistin
  132. riri melisa
  133. ridho putra yusni 
  134. riko andriyaldi
  135. ratna delis
  136. ratna sari nofa
  137. riyan hidayat 
  138. rian hawalmy
  139. rahmad hidayat
  140. reza akbar
  141. reni agustin
  142. rivaldi rahmi putri
  143. rio agus
  144. rozi afandi
  145. rahmi yuniarti
  146. roritend samra
  147. ruci monica
  148. sartika
  149. sri endah
  150. sri handayani
  151. sri hamal winda
  152. syukrio
  153. selvia ovila
  154. syufrito prawira
  155. sutrisman
  156. syofyan pardi
  157. syahrul
  158. selvia erni
  159. sespiko saputra
  160. sri fitri yanti
  161. syamsir
  162. taufik
  163. teti dwi jayanti
  164. thomas rico
  165. tomi putra
  166. titik nofianti
  167. tri setyo mara vemi agi
  168. ulil absar 
  169. ummul fitrah
  170. wira ardiansyah
  171. winda nelva husti
  172. wahyuni suci dian harnanda
  173. wiwit desmita
  174. yuhana pramita
  175. yulia liuo rensi
  176. yunita selvia
  177. yofi yusnita
  178. yogie nofri yusda
  179. yeni aulia 
  180. zurherli
  181. zulherman
  182. elvina
    jangan pernah lupakan kebaikan sahabat
karna dia setengah dari kehidupan kita.
thanks my friends 

    MACAM-MACAM PUASA WAJIB

    1. Puasa Arafah adalah puasa pada Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi haji, sebagaimana terdapat dalam riwayat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang puasa Arafah:
    "Saya berharap kepada Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.(HR.Muslim)     Qatadah Radhiallahuanhu menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah saw ditanya tentang puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, Puasa pada hari itu akan menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang    
       
       2. Puasa ‘Asyura
    Azh-Zhain bin Al-Mughirah berkata : “Pendapat terbanyak mengatakan bahwa yang dimaksud ‘Asyura adalah tanggal sepuluh pada bulan Muharram, dan pendapat ini lebih sesuai jika dilihat dari akar katanya dan penamaannya.
    Hukum Puasa ‘Asyura
    Para ulama sepakat bahwa hukum puasa ‘Asyura adalah sunnah, dan mereka berbeda pendapat mengenai hukumnya pada masa permulaan Islam tatkala  disyariatkan sebelum disyariatkannya puasa Ramadhan. Abu Hanifah berpendapat bahwa pada awalnya diwajibkan kemudian dihapus, dan diriwayatkan dari Imam Ahmad akan sunnahnya, begitu juga ucapan jumhur ulama, karena Rasulullah SAW tidak memerintahkan secara umum tentang puasa tersebut, bahkan beliau bersabda :
     { هذا يوم عاشوراء, وأنا صائم فيه, فمن شاء صام ومن شاء أفطر {
    “ Hari ini adalah hari ‘Asyura, dan saya puasa pada hari tersebut, siapa yang suka maka hendaklah dia puasa dan siapa yang suka dia berbuka “
            Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata :
    “ Disunnahkan bagi yang puasa pada hari ‘Asyura untuk berpuasa pada tanggal sembilannya, karena hal tersebut adalah perintah rasulullah saw yang paling akhir”.
    Hikmah Puasa ‘Asyura dan Puasa Tanggal Sembilannya.
    Adapun puasa tanggal sembilannya adalah untuk menjaga puasa ‘Asyura, juga untuk menunjukkan sikap berbeda dari orang-orang Yahudi yang juga berpuasa hanya pada hari itu saja. Dengan menggabungkan  kedua hari itu maka syariat tersebut menjadi berbeda dari ajaran Yahudi. Adapun puasa ‘Asyura itu sendiri karena pada hari tersebut terjadi beberapa kejadian yang baik, diantaranya : Selamatnya Musa alaihissalam dan para pengikutnya serta tenggelamnya musuh Allah, Fir’aun beserta kaumnya, begitu juga terjadinya beberapa tanda-tanda kebesaran Allah terhadap makhluknya, sesuatu yang layak untuk di syukuri.
    Keutamaan Puasa ‘Asyura.
    Terdapat riwayat dalam shahih Muslim dari Abi Qatadah bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah saw tentang puasa ‘Asyura, maka beliau bersabda : “Saya berharap agar ‘Allah menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya “
    Urutan Derajat Puasa ‘Asyura
    Derajat pertama dan  yang paling utama, adalah dengan melakukan puasa tiga hari, yaitu tanggal sembilan, sepuluh dan sebelas.
    Derajat kedua, yaitu berpuasa pada tanggal sembilan dan sepuluhnya, sebagaimana yang terdapat dalam riwayat Muslim dari Ibnu Abbas radiallahuanhu, dia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Jika saya masih ada  pada tahun depan, saya akan berpuasa pada tanggal sembilannya (bersama tanggal sepuluh)”, dan dari Ibnu Abbas juga, beliau bersabda “ Puasalah kalian pada tanggal sembilan dan sepuluh, bedakanlah dari orang-orang Yahudi ”.Derajat ketiga, yaitu dengan berpuasa hanya pada tanggal sepuluhnya saja, sebagaimana dari Ibnu Abbas dia berkata : “Kami diperintahkan Rasulullah saw untuk berpuasa pada hari ‘Asyura”
    Apa Derajat Yang Paling Utama ?
    Yang paling utama dari ketiga derajat tersebut adalah derajat yang pertama, karena berpuasa pada hari-hari tersebut akan mendapatkan beberapa manfaat, diantaranya:
    - Akan mendapatkan ganjaran puasa sebuan penuh, sebagaimana hadits Abdullah bin Amr bin Ash radialluhanhu, dia berkata, Rasulullah saw bersabda : “tiga hari pada setiap bulan bagaikan puasa selamanya “.
    - Karena puasa pada bulan ini adalah puasa yang utama setelah puasa Ramadhan,  sebagaimana hadits Ibnu Abbas radiallahunhu, dia berkata : “Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw memperhatikan sebuah puasa dan mengutamakannya atas yang lainnya, kecuali hari ini, yaitu hari ‘Asyura, dan bulan ini, yaitu bulan Ramadhan “.
     - Menunjukkan sikap berbeda dari orang-orang Yahudi, sebagaimana hadits Ibnu Abbas : “Berpuasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya “.
    - Mengikuti jejak Rasulullah saw yang merupakan sunnahnya dengan mengamalkannya dan mendakwahkannya, sebagai bentuk ibadah yang utama kepada Allah swt.
    - Dapat menghapus dosa-dosa setahun penuh, berdasarkan hadits Qatadah radiallahunhu, dia berkata, Rasulullah saw bersabda : ”Dan hari ‘Asyura dapat menghapus (dosa-dosa) setahun sebalumnya “.
    Akhi yang saya cintai, ada yang ingin saya saya sampaikan kepada anda: Walaupun bulan puasa (bulan Ramadan) telah berlalu, akan  tetapi waktu  beramal tetap ada, begitu juga dengan  berpuasa, tetap disyariatkan setiap waktu -segala puji bagi Allah-. Rasulullah saw berpuasa pada hari ‘Asyura dan beliau memerintahkan untuk berpuasa sebelum disyariatkannya puasa Ramadhan. Sesungguhnya puasa ‘Asyura adalah sunnah dari Rasulullah, jika diamalkan dan didakwahkan dengan ucapan dan perbuatan, maka hal tersebut merupakan ibadah yang sangat utama kepada Allah, karena siapa yang menghidupkan sunnah, mengamalkannya dan menyebarkannya diantara manusia maka baginya dua pahala, pahala dia beramal dan pahala menghidupkan sunnah tersebut, maka selayaknya bagi setiap muslim untuk melakukannya.
    Karena pada hakekatnya umur kita adalah apa yang kita isi didalamnya dengan ketaatan kepada Allah swt, selebihnya akan belalu begitu saja tanpa nilai, dan akan menyesallah orang yang menyia-nyiakan kesempatannya, pada saat tidak berguna lagi penyesalan.
    Apakah Terdapat Kekhususan Lain Pada Hari ‘Asyura :
    Doktor Shaleh As-Sadlan berkata : 
    “ Tidak ada kekhususan lain pada hari ini kecuali puasa, adapun yang dituliskan beberapa kitab dan yang disebutkan sebagian fuqoha, bahwa disunnahkan pada hari tersebut melebihkan nafkah untuk keluarga dan menjadikannya menyerupai hari ‘Ied, tidak terdapat dalil yang shahih didalamnya.
    Beberapa Bid’ah Pada Hari ‘Asyura.
    Kini kita merenung sejenak tentang hari ‘Asyura, hari mulia yang didalamnya Allah selamatkan Musa alaihissalam dan para pengikutnya dari Firaun dan kaumnya, kemudian dirubah oleh sebagian kaum muslimin di sebagian negri-negri Islam menjadi acara kendurian. Para ulama telah menerangkan semua itu sebagai bid’ah yang diharamkan dan bukan bagian dari ajaran Islam akan tetapi lebih dekat kepada ajaran jahiliyah. Akan anda dapatkan sebagian diantara mereka menghindari perhiasan dan kesenangan, yang demikian itu untuk memperingati terbunuhnya Husain radiallahu’anhu. Benar, terbunuhnya beliau membuat kaum muslimin sangat sedih, akan tetapi apakah itu berarti kita harus selalu mengorek luka lama ? Tidak, sebab yang demikian itu akan menjadikan kaum muslimin berpecah belah dan  menumbuhkan fanatisme, serta membiarkan musuh-musuh mengambil kesempatan masuk didalamnya. Diantara bid’ah yang lain adalah membuat makanan yang berbeda dari biasanya, seperti dengan menambahkan biji-bijian atau yang lain, atau mengganti baju dan melapangkan nafkah bagi keluarga, atau membeli kebutuhan setahun pada hari itu, atau melakukan ibadah tertentu seperti shalat, menyembelih hewan, menyimpan daging korban untuk dimasak pada hari itu, memakai celak mata, saling bersalam-salaman, saling berziarah, mengunjungi masjid atau kuburan, atau menampar pipi dan merobek kantong baju sebagai tanda bela sungkawa seperti cara jahiliyah. Semua itu adala perbuatan bi’ah dan kemungkaran yang tidak diajarkan oleh Rasulullah saw, juga Khulafaurrasyidun dan orang-orang sesudahnya, juga tidak ada para imam yang menganjurkannya. Sesungguhnya yang sangat dibenci Islam adalah mengulang-ngulang kesedihan, maka bagaimana mereka melakukan hal yang demikian tersebut. Bagi setiap muslim seharusnya menjauhi perbuatan bid’ah, karena sebaik-baiknya perbuatan adalah mengikuti Rasulullah saw dan seburuk-buruknya perbuatan adalah menjauhi ajaran Rasulullah saw, karena setiap bi’ah adalah sesat dan setiap kesesatan kedalam neraka.(dikutip dari : islam house)
      3. Puasa Kafarat
    Puasa kafarat adalah puasa sebagai penebusan yang dikarenakan pelanggaran terhadap suatu hukum atau kelalaian dalam melaksanakan suatu kewajiban, sehingga mengharuskan seorang mukmin mengerjakannya supaya dosanya dihapuskan, bentuk pelanggaran dengan kafaratnya antara lain :
    1. Apabila seseorang melanggar sumpahnya dan ia tidak mampu memberi makan dan pakaian kepada sepuluh orang miskin atau membebaskan seorang roqobah, maka ia harus melaksanakan puasa selama tiga hari.
    2. Apabila seseorang secara sengaja membunuh seorang mukmin sedang ia tidak sanggup membayar uang darah (tebusan) atau memerdekakan roqobah maka ia harus berpuasa dua bulan berturut-turut (An Nisa: 94).
    3. Apabila dengan sengaja membatalkan puasanya dalam bulan Ramadhan tanpa ada halangan yang telah ditetapkan, ia harus membayar kafarat dengan berpuasa lagi sampai genap 60 hari.
    4. Barangsiapa yang melaksanakan ibadah haji bersama-sama dengan umrah, lalu tidak mendapatkan binatang kurban, maka ia harus melakukan puasa tiga hari di Mekkah dan tujuh hari sesudah ia sampai kembali ke rumah. Demikian pula, apabila dikarenakan suatu mudharat (alasan kesehatan dan sebagainya) maka berpangkas rambut, (tahallul) ia harus berpuasa selama 3 hari.
    Menurut Imam Syafi'I, Maliki dan Hanafi:
    Orang yang berpuasa berturut-turut karena Kafarat, yang disebabkan berbuka puasa pada bulan Ramadhan, ia tidak boleh berbuka walau hanya satu hari ditengah-tengah 2 (dua) bulan tersebut, karena kalau berbuka berarti ia telah memutuskan kelangsungan yang berturut-turut itu. Apabila ia berbuka, baik karena uzur atau tidak, ia wajib memulai puasa dari awal lagi selama dua bulan berturut-turut.